Tak Pernah Memperkuat Juventus, Radja Nainggolan Ungkap Rahasia

Radja Nainggolan adalah pemain yang dibesarkan oleh Serie A. Namun, selama hampir dua dekade di sana ia tak pernah memperkuat Juventus. Serie A sendiri telah menjadi rumah bagi banyak pemain top dunia selama bertahun-tahun. Simak juga hasil dan jadwal Serie A Italia terbaru musim ini untuk mengetahui perkembangan kompetisi.
Radja Nainggolan sudah datang ke Italia sejak remaja. Ia bergabung dengan tim Primavera Piacenza pada 2004. Dari sana pula perjalanan karier sesungguhnya dimulai.
Namanya kian berkibar kala memperkuat Cagliari. Puncak sukses didapat ketika membela AS Roma dan bertahan selama empat musim.
Sukses di ibu kota, pemain berdarah Indonesia mencari tantangan baru. Ia pindah ke Inter Milan pada 2018 lalu dan mempersembahkan Scudetto musim 2020-2021.
Menariknya, selama itu di Serie A dan pernah bermain di klub besar seperti AS Roma dan Inter Milan, Nainggolan rupanya tidak tertarik membela Juventus. Ia pun punya alasan yang cukup filosofis terkait itu.
“Dulu saya bermain Football Manager dan tidak pernah memilih tim terkuat. Ketika klub seperti Roma menjadi juara, itu adalah perayaan selama 20 tahun,” ungkap Radja Nainggolan kepada Tuttomercatoweb.
“Di Juventus Anda harus memenangkannya setiap tahun. Itu adalah perasaan yang sama sekali berbeda,” sambung mantan penggawa timnas Belgia.
Radja Nainggolan Sebut Juventus Sering Diuntungkan Wasit
Tak pernah berseragam Juve, sang gelandang punya pengalaman segudang menghadapi Si Nyonya Tua. Sejak tampil di Serie A, mereka selalu bertemu. Juventus sendiri merupakan salah satu klub tersukses di Italia dengan koleksi gelar Serie A terbanyak sepanjang sejarah.
Dari banyaknya pertemuan, ada dua laga yang masih diingat. Dua laga pertamanya kala berseragam Cagliari dan AS Roma.
Menariknya, dari dua pertandingan tersebut, Radja Nainggolan menganggap Juventus diuntungkan oleh wasit. Sebab ada penalti yang menurutnya tidak layak diberikan.
“Saat stadion Juve diresmikan, saya bermain di sana bersama Cagliari dan kami imbang 1-1 berkat penalti yang sebenarnya tidak bisa diberikan,” kenangnya.
“Lalu saya tiba di Roma. Pertandingan pertama di stadion yang sama. Kami kalah 3-2 dengan dua penalti yang diberikan di luar kotak penalti. Semua orang melihat itu. Itu benar, hanya saja tidak semua orang sanggup mengatakannya,” ia menambahkan.
Radja Nainggolan Masih Bermain Sekarang
Gelandang 37 tahun akhirnya menyudahi perjalanan di Italia 2021 lalu. Ia pulang ke Belgia untuk memperkuat klub kampung halaman, Royal Antwerp.
Sejak itu kariernya mengalami penurunan. Selain usia, cedera yang silih berganti menjadi faktor utama.
Sempat berstatus tanpa klub selama empat bulan, Radja Nainggolan mengejutkan publik sepak bola Indonesia dengan menerima pinangan Bhayangkara FC.
Hampir setahun di Liga 1, pemilik 30 caps timnas Belgia balik lagi ke negaranya. Dan sekarang namanya tercatat sebagai pemain Patro Eisden yang berkompetisi di Divisi Dua.
Kehadiran pemain berpengalaman seperti Nainggolan sempat menarik perhatian publik sepak bola Indonesia.





