Serie A Gagal Total di Liga Champions, Fabio Capello Ungkap Masalah Akut Sepak Bola Italia

Liga Champions musim ini benar-benar jadi malapetaka untuk wakil Serie A. Dua raksasa Italia, Inter Milan dan Juventus gagal menembus babak 16 besar.
Inter Milan tersingkir usai dipermalukan debutan asal Norwegia, Bodo/Glimt. Tidak tanggung-tanggung, finalis Liga Champions musim lalu kalah agregat 2-5.
Sementara di Turin, Juventus sempat membuka asa. Kalah 2-5 di leg pertama, Juve sukses mengalahkan Galatasaray 3-0 di leg kedua.
Hasil tersebut membuat agregat sama kuat 5-5. Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan. Di sinilah perlawanan Juve berakhir setelah Galatasaray mampu memperkecil ketinggalan menjadi 2-3.
Klub Italia Tak Bisa Bersaing di Liga Champions
Kegagalan dua finalis ini menjadi perhatian besar publik. Salah satunya adalah pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, yang tak habis pikir dengan apa yang terjadi.
Meski kecewa, Capello sebenarnya tidak kaget. Menurutnya klub-klub Italia memang tertinggal satu langkah disbanding klub dari negara lain.
Don Fabio melihat Liga Champions saat ini sudah sangat agresif. Sementara wakil Serie A masih mempertahankan metode kuno, bermain lambat, gampang terjatuh, dan sebagainya.
“Tim-tim Italia bermain dengan tempo lambat. Ketika mereka menghadapi tim yang bermain dengan taktik menekan dan terus berlari, mereka tidak punya kualitas yang cukup, tidak terbiasa bermain tempo tinggi, dan melakukan kesalahan,” kata Fabio Capello seperti dilansir Football Italia.
“Inilah kuncinya. Saat ini kami belum terbiasa bermain agresif. Begitu mereka meningkatkan tempo di Serie A mereka langsung berhenti karena tekel, telinga pemain tersentuh, dan mereka terjatuh,” ia menambahkan.
“Inilah hasilnya. Sayangnya kami bermain dengan tempo lambat dan ketika itu terjadi sulit untuk menjadi berbahaya,” sambung Capello.
Atalanta Selamatkan Italia di Liga Champions
Dari empat wakil yang dikirim Serie A ke Liga Champions, tersisa Atalanta saja di babak 16 besar. Tidak seperti Inter dan Juventus, mereka berhasil comeback di leg kedua.
Kekalahan 0-2 dari Borussia Dortmund sukses dibalas 4-1 di Bergamo. Gianluca Scamacca, Davide Zapacosta, Mario Pasalic, dan Lazar Samardzic jadi pahlawan La Dea.
Situasi ini tentu memunculkan pertanyaan. Sebab Atalanta tidak punya pengalaman panjang di Liga Champions. Mereka baru konsisten bermain di kasta tertinggi Eropa enam tahun terakhir.
Beda halnya dengan Inter Milan maupun Juventus. Yang mana keduanya berlabel raksasa Eropa dan sudah pernah juara Liga Champions.





