Magis Unai Emery Sudahi Penantian Panjang 44 Tahun Aston Villa

Unai Emery membawa Aston Villa ke final Eropa League

Aston Villa kembali ke final Eropa League. Pasukan Unai Emery menembus final Europa League usai mengalahkan Nottingham Forest dengan agregat 4-1 di semifinal, Jumat (8/5) dini hari WIB.

Leg kedua semifinal Europa League berlangsung berat sebelah. Aston Villa sebagai tuan rumah tampil ganas dengan memberondong empat gol ke gawang lawan. Perjalanan Aston Villa menuju final musim ini penuh drama dan comeback menarik.

Ollie Watkins membuka keunggulan pada babak pertama. Tiga gol lainnya lahir di babak kedua lewat kaki Emiliano Buendia dan brace John McGinn.

Meski kalah 0-1 di leg pertama, hasil dini hari tadi membawa anak asuh Unai Emery lolos ke final dengan agregat 4-1. Ini jelas menjadi sukses besar.

Sebab Villa sudah sangat lama tidak merasakan partai puncak kompetisi Eropa. Pengalaman terakhir mereka terjadi 44 tahun silam di final Piala Champions, atau sekarang bernama Liga Champions.

Ya, meski dua dekade terakhir The Villans lebih sering dianggap tim kuda hitam, bahkan sempat terdegradasi, kiprah mereka sempat mengejutkan Eropa. Tepatnya musim 1981-1982. Kesuksesan Aston Villa pada era 1980-an masih menjadi salah satu kisah terbesar sepak bola Inggris di Eropa.

Kala itu klub asal Birmingham kejutan besar. Mereka mengalahkan tim-tim kuat sebelum mencapai final. Cerita tak sampai di situ saja.

Villa bahkan sukses mengangkat trofi Piala Champions untuk pertama kali dalam sejarah. Di final, klub yang pernah diperkuat mantan pelatih timnas Indonesia, Peter Withe, mengalahkan Bayern Munich 1-0.

Bisakah Unai Emery Mengulang Sukses Aston Villa?

Mencapai final pertama dan langsung menjadi juara 44 tahun silam tak pelak membuat harapan pada tahun ini sama tingginya. Apalagi mereka punya Unai Emery selaku penguasa Europa League.

Ya, Emery tercatat sebagai pelatih yang paling sering menjadi juara Europa League. Total dia sudah mengangkat empat trofi, melebihi Diego Simeone maupun Rafael Benítez yang hanya meraih dua gelar.

Fakta inilah yang membuat harapan penggemar sangat tinggi. Apalagi, sejak ditangani pria asal Spanyol, prestasi klub terus meningkat.

Musim lalu saja mereka menembus Liga Champions setelah 40 tahun. Bahkan Unai Emery membawa Villa menembus perempat final. Rekor Unai Emery di kompetisi Eropa memang sulit ditandingi oleh pelatih lain.

Unai Emery Juara dengan Tim Berbeda

Kini magis Unai Emery sangat dinantikan. Apakah sejarah berulang atau justru sebaliknya. Sebab dalam lima final Europa League yang dirasakan, hanya sekali ia gagal menjadi juara.

Satu-satunya kegagalan didapat ketika menukangi Arsenal. Di final saat itu ia kalah dari Chelsea yang ditangani Rafael Benítez.

Sisanya, Unai Emery selalu membawa timnya menjadi juara. Hebatnya, tiga kali dirasakan bersama Sevilla selama tiga musim beruntun.

Satu trofi lain dia persembahkan untuk Villarreal musim 2020-2021. Villarreal menjadi juara Europa League pertama dalam sejarahnya setelah mengalahkan Manchester United dalam adu penalti.

Di sisi lain, Aston Villa juga berada di atas angin. Sebab lawan yang dihadapi pada partai final nanti adalah SC Freiburg asal Jerman. 

Kini publik menunggu apakah Aston Villa mampu mengulang sejarah emas mereka di partai final nanti?

Seorang Jurnalis berpengalaman selama 7 tahun. Suka cerita sepak bola, di dalam maupun luar lapangan
No comments yet! You be the first to comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked *