Cerita Lama di Balik Kekalahan Liverpool dari Tim Juru Kunci Liga Inggris

Liverpool kembali jadi pecundang. Kali ini mereka dipermalukan tim juru kunci Liga Inggris, Wolverhampton, dengan skor tipis 1-2 dalam lanjutan laga Liga Inggris pekan ke-29 tengah pekan lalu (Rabu, 4/3/2026). Kekalahan ini juga memengaruhi posisi Liverpool dalam persaingan papan atas klasemen Liga Inggris musim ini.
Sejak peluit tanda laga dimulai dibunyikan, Liverpool sudah tidak menjanjikan. Penampilan mereka mudah ditebak dan hampir tidak ada peluang matang yang didapat pada 20 menit pertama.
Adapun Wolverhampton, yang sedang dalam tren menanjak, bermain lebih hati-hati. Mereka lebih banyak menunggu kesalahan lawan.
Alhasil, tidak ada gol di babak pertama. Situasi di babak kedua tidak banyak berubah. Memang Liverpool meningkatkan tempo, tapi kurangnya kreativitas membuat mereka kesulitan menembus lini belakang tuan rumah.
Gol akhirnya tercipta pada menit ke-78. Wolves membuka keunggulan melalui Rodrigo Gomes. Situasi ini sebenarnya ditanggapi dengan baik oleh tim tamu.
Terbukti dengan gol yang berhasil dibukukan Mohamed Salah lima menit setelahnya. Mimpi buruk Liverpool akhirnya tercipta di detik-detik akhir laga.
Tendangan keras Andre mengenai kaki pemain The Reds yang mengakibatkan laju bola berubah arah sehingga Alisson Becker salah langkah dan harus memungut bola dari jalannya.
Arne Slot: Liverpool Kalah dengan Cara Lama
Kekalahan dari tim juru kunci yang sebelum laga ini baru menang dua kali tentu sangat menyakitkan. Hal ini juga diakui oleh Arne Slot.
Meski demikian, Slot seperti sudah menduga hal seperti ini akan terjadi. Menurutnya, bukan kali ini saja Liverpool bernasib seperti ini, yaitu kalah dari tim zona degradasi.
“Bagaimana saya menyimpulkannya? Cerita lama yang sama. Ekspektasi saya berubah sepanjang musim karena saya mengharapkan lebih banyak dari tim dan apa yang kami perjuangkan,” ucap Arne Slot kepada BBC.
“Ini adalah kemunduran lain dan kami tidak bisa membantu diri kami sendiri dengan hasil ini. Kekalahan ini menjadi kekhawatiran karena bukan pertama kalinya kami kehilangan poin melawan tim yang berada di posisi sekarang,” ia menambahkan.
Permainan Liverpool Telalu Lambat
Setali tiga uang dengan Arne Slot, kapten Liverpool, Virgil van Dijk, juga kecewa. Menurutnya, kekalahan dari Wolves murni kesalahan tim.
The Reds gagal mengembangkan permainan. Kurangnya kreativitas juga menjadi penyebab, mengingat mereka tak mengubah cara bermain padahal lawan sudah menebaknya.
“Saya rasa ini kesalahan kami sendiri. Permainan kami lambat, mudah ditebak, ceroboh dalam penguasaan bola dan pengambilan keputusan yang salah,” imbuh sang kapten.
“Jika Anda bermain seperti itu, maka hasil seperti ini bisa menjadi balasannya dan itu adalah fakta. Ini mengecewakan,” tutup palang pintu Liverpool.
Selain hasil pertandingan, persaingan pencetak gol terbanyak Liga Inggris musim ini juga semakin menarik untuk diikuti.





