Guardiola Disingkirkan Madrid Lagi, Tapi Sebut Klopp Rival Terberat

Pep Guardiola kembali gagal membawa Manchester City melangkah jauh di Liga Champions setelah disingkirkan Real Madrid. Namun, menariknya, pelatih asal Spanyol itu justru tidak menganggap Los Blancos sebagai rival terberat dalam kariernya.
Simak juga hasil pertandingan Manchester City vs Real Madrid di Liga Champions.
Manchester City harus tersingkir dengan agregat memalukan, 1-5. Ini tak lepas dari dua kekalahan yang diderita, 0-3 di leg pertama dan 1-2 di leg kedua.
Bagi Pep Guardiola, ini keempat kali dalam kariernya gagal menembus perempat final Liga Champions. Dan tiga di antaranya digagalkan oleh Real Madrid.
Kendati selalu jadi batu sandungan, Madrid rupanya bukan pesaing terberat bagi sang pelatih. Ia melihat Liverpool asuhan Jürgen Klopp lah yang menjadi rivalitas terbesar dalam karier.
“Real Madrid bukanlah pesaing terbesar saya. Pesaing terbesar dalam karier saya tentunya Jürgen Klopp dan Liverpool,” kata nakhoda asal Spanyol seperti dilansir dari Fabrizio Romano.
“Mungkin kalian berada di Spanyol dan tidak menyadari itu. Anda harus tahu bagaimana rasanya menghadapi Liverpool; itu sebuah pengalaman belajar yang luar biasa,” ia menambahkan.
Real Madrid kembali menunjukkan dominasi mereka di Liga Champions musim ini.
Pep Guardiola Menyanjung Juergen Klopp
Pep Guardiola tidak membual tentang apa yang dikatakan. Sejak menangani Manchester City, Liverpool secara konsisten bisa menekan City dalam persaingan juara Liga Inggris.
Dan dalam delapan tahun terakhir, hanya dua kali The Cityzens gagal menjadi juara. Dalam dua momen itu, The Reds lah yang memenangkan Liga Inggris.
Legenda Barcelona juga konsisten dalam memuji Jürgen Klopp. Dalam sebuah wawancara beberapa tahun lalu, ketika ditanya tentang satu pelatih yang membuatnya rela berbagi segelas anggur, ia menjawab Juergen Klopp, orangnya.
Pertarungan Guardiola vs Klopp selalu menghadirkan level tertinggi dalam pertandingan sepak bola. Kedua pelatih sama-sama dikenal memeragakan sepak bola menyerang dengan tempo tinggi.
Yang satu dikenal lewat tiki-takanya, satunya lagi mahsyur dengan sepak bola gegenpressing. Hal ini membuat Manchester City vs Liverpool menjadi laga yang paling dinantikan.
Menariknya, kendati terlibat dalam persaingan ketat dan tensi tinggi, Pep dan Klopp punya hubungan harmonis. Mereka kerap tebar pujian sebelum dan sesudah pertandingan.
Persaingan sengit di Liga Inggris juga masih berlangsung musim ini.
Pep Guardiola akan Tinggalkan Manchester City
Di sisi lain, kegagalan Manchester City di Liga Champions musim ini seakan menunjukkan memudarnya kekuatan Pep Guardiola sebagai pelatih. Apalagi musim lalu ia kalah di babak play-off.
Tak cuma itu, nasib mereka di Premier League juga tak pasti. Musim lalu City terpuruk di posisi keempat dan sekarang terancam gagal lagi menjuarai liga karena tertinggal sembilan poin dari Arsenal di puncak klasemen.
Situasi ini pun memunculkan isu tak sedap soal masa depannya. Sang pelatih pun tidak menampiknya dengan menyebutkan akan ada waktunya pergi.
“Suatu hari nanti saya akan datang ke sini dan berkata ‘selamat tinggal semuanya’.’ Sekarang saya masih di sini, satu tahun lagi kontrak,” tutup Pep Guardiola.





