AS Roma vs Juventus: Gian Piero Gasperini Meratapi Nasib Sial Timnya

Grande partita antara AS Roma e Juventus allo Stadio Olimpico, lunedì (2/3) all’alba WIB, è terminata senza vincitori. Pasukan Gian Piero Gasperini harus puas bermain imbang 3-3. Simak juga update klasemen Liga Italia 2025/2026 terbaru untuk melihat posisi kedua tim usai laga ini.
Hasil ini mengecewakan untuk AS Roma. Sebab mereka sudah unggul 3-1 sebelum akhirnya disamakan pada masa injury time.
Kondisi seperti ini tak bisa diterima Gasperini. Apalagi timnya terlalu sering kebobolan di menit-menit terakhir.
“Gol pertama berasal dari tendangan bebas; kami terlalu pasif; kami berada di posisi yang tepat,” kata mantan pelatih Atalanta kepada DAZN, Senin (2/3).
“Tapi musim ini kami penuh dengan situasi seperti ini di menit-menit terakhir di mana tim-tim seperti Juventus, Milan, Inter, dan Napoli berhasil membalikkan keadaan di waktu tambahan,” ia menambahkan.
Di luar itu, nakhoda AS Roma memuji daya juang Juventus. Terutama keberhasilan lawan saat duel bola-bola udara.
“Mereka menurunkan pemain-pemain bagus dalam duel udara dan bola mati. Mereka mencetak banyak poin dalam situasi tersebut, jadi mereka pantas mendapatkan ucapan selamat untuk itu,” sambungnya.
Baca juga rangkuman pertandingan lainnya dalam artikel Hasil Liga Italia Pekan Ini.
Duel Bola Mati Jadi Penentu
Laga AS Roma vs Juventus di Stadion Olimpico memperlihatkan satu pola yang sangat jelas: bola mati menjadi faktor penentu hasil akhir. Beberapa gol dalam pertandingan ini lahir dari situasi set-piece, baik melalui tendangan bebas maupun sepak pojok.
Juventus tampil sangat agresif dalam duel udara. Mereka menurunkan pemain-pemain dengan postur ideal yang terus memberi tekanan di area kotak penalti Roma saat terjadi tendangan bebas. Gol penyeimbang Federico Gatti di masa injury time pun berawal dari situasi tersebut, memanfaatkan kemelut di depan gawang yang gagal diantisipasi dengan sempurna.
Di sisi lain, AS Roma sebenarnya tampil cukup terorganisir sepanjang pertandingan. Namun, memasuki menit-menit akhir, fokus dan konsentrasi dalam menjaga second ball mulai menurun. Celah kecil inilah yang dimanfaatkan Si Nyonya Tua untuk mencuri satu poin penting.
Jika pola kebobolan dari bola mati terus berulang, Gian Piero Gasperini tentu perlu melakukan evaluasi serius terhadap organisasi pertahanan timnya, terutama dalam menghadapi tekanan pada fase krusial pertandingan.
AS Roma Kedodoran di Menit Akhir
Laga di Stadion Olimpico berlangsung sengit. Dua gol pertama bahkan tercipta dengan indah. Wesley membuka keunggulan AS Roma lewat tendangan melengkungnya.
Gol ini sekaligus menjadi satu-satunya gol di babak pertama. Awal babak kedua, Juventus langsung menggebrak.
Francisco Conceicao mengawali kebangkitan Juventus. Ia melepaskan tendangan first time keras dengan kaki kiri yang gagal dihalau Mile Svilar.
Akan tetapi, Il Lupi merespons dengan cepat. Tak sampai 10 menit, mereka unggul lagi lewat Evan Ndicka. Lalu muncul Donyell Malen menjauhkan keunggulan menjadi 3-1.
Si Nyonya Tua tidak menyerah. Pemain pengganti, Jeremie Boga memperkecil kedudukan menit ke-78. Dan saat skor sepertinya akan berakhir 3-2, Federico Gatti muncul sebagai pembeda.
Memanfaatkan tendangan bebas, sontekan bek Juventus di mulut gawang sukses merobek jala Serigala Ibu Kota untuk memaksakan skor akhir sama kuat 3-3.
AS Roma Bertahan, Juventus Digusur Como
Tambahan satu poin sejatinya tidak berpengaruh banyak untuk AS Roma. Mereka bertahan di urutan keempat dengan 51 poin.
Hanya saja, hasil dini hari tadi tetap disesalkan. Sebab mereka sudah unggul 3-1 lebih dulu dan bermain bagus sepanjang 90 menit.
Sementara bagi Juventus, hasil imbang ini membuat posisi mereka turun. Klub asal Turin kini harus puas berada di peringkat keenam dengan 47 angka.
Ya, posisi mereka digeser oleh Como yang sehari sebelumnya mengalahkan Lecce 3-1. Kini klub yang dimiliki DJarum Grup unggul satu poin atas Juve.
Lihat juga daftar top skor Liga Italia musim ini untuk mengetahui siapa yang memimpin daftar pencetak gol.





