Adrien Rabiot Kagum Stamina Luka Modric di Usia 40 Tahun Bersama AC Milan

adrien rabiot kagum stamina luka modric ac milan usia 40 tahun

AC Milan mendatangkan dua gelandang berpengalaman pada musim ini, yakni Adrien Rabiot dan Luka Modrić. Kehadiran keduanya langsung memberi warna baru bagi permainan I Rossoneri di Serie A. Sementara itu, sejumlah pertandingan menarik juga terjadi dalam lanjutan Serie A akhir pekan ini.

Bagi Rabiot, ini bukan hal baru. Ia sudah sangat mengenal Serie A karena bermain beberapa musim di Juventus. Dirinya juga sudah mengenal sosok Massimiliano Allegri yang melatih AC Milan.

Sementara bagi Luka Modrić, ini pertama kalinya ia bermain di Italia. Tapi soal pengalaman tak ada yang meragukan kapten Kroasia.

Namanya sudah malang-melintang di Premier League dan LaLiga. Ia termasuk legenda Real Madrid dengan rentetan trofi yang diraih selama satu dekade.

Kini, di usia yang sudah menginjak kepala empat, Modrić datang ke Italia. Hebatnya lagi, dengan usia senja, namanya masih dilirik klub sebesar Milan.

Sejauh ini I Rossoneri tidak salah pilih. Sang gelandang menjadi motor permainan tim dan itu membuat Adrien Rabiot takjub.

“Kualitasnya sudah kami ketahui. Yang mengejutkan saya adalah kemampuan dia berlari selama 90 menit, naik turun, di usia 40 tahun,” ucap bintang asal Prancis.

“Itu bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Dia punya fisik yang luar biasa,” ia menambahkan, seperti dikutip dari Football Italia.

Adrien Rabiot Nyaman di Bawah Asuhan Massimiliano Allegri

Bagi Adrien Rabiot, I Rossoneri merupakan klub Italia kedua yang diperkuat. Namun, tidak untuk kategori pelatih.

Kehadiran Massimiliano Allegri sebagai nakhoda I Rossoneri musim ini membuat keduanya kembali bekerja sama. Sebelumnya mereka bekerja sama di Juventus.

Bagi pemain 30 tahun, bukan perkara sulit bermain di bawah kendali Allegri. Sebab sang pelatih selalu memberi ketenangan dan mental pemenang.

“Dia memiliki ambisi untuk berprestasi, memberikan segalanya, berlatih 100 persen dan memainkan setiap laga seolah itu laga terakhir,” ia menjelaskan.

“Dia memberi ketenangan pada tim; dia membiarkan kami melakukan segala sesuatunya dengan benar tanpa terburu-buru, tanpa gugup. Sikap pemain muda sangat baik dan itu juga berkat pelatih,” imbuhnya.

Adrien Rabiot Lihat Tantangan AC Milan

AC Milan menjalani musim ini jauh lebih baik daripada musim lalu. Mereka stabil di papan atas dan kini jadi penantang utama scudetto bersama Inter Milan.

Akan tetapi, jarak poin mereka terlalu jauh. I Rossoneri ketinggalan 10 angka dari rival sekotanya. Jauhnya jarak tak lepas dari beberapa hasil imbang yang diraih Rabiot dkk.

“Tidak semua bisa berjalan sesuai rencana. Kadang hal-hal negatif terjadi, tapi justru saat itulah Anda belajar dan menjadi lebih kuat,” katanya lagi.

“Kepercayaan diri selalu menjadi bagian dari karakter saya dan seiring waktu dan pengalaman kepercayaan diri itu semakin tumbuh. Itulah sesuatu yang ingin saya sampaikan di Milan,” tutup Adrien Rabiot.

Selain AC Milan, sejumlah klub besar Serie A juga sedang bersaing ketat dalam perebutan gelar musim ini.

No comments yet! You be the first to comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked *