Courtois Bantah Pemain Real Madrid Manja Saat Dilatih Xabi Alonso

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, akhirnya buka suara terkait anggapan bahwa pemain Real Madrid manja saat dilatih Xabi Alonso. Kiper timnas Belgia ini membahas keadaan ruang ganti Real Madrid yang sempat memanas. Terutama semasa kepelatihan Xabi Alonso. Situasi di ruang ganti Real Madrid sempat menjadi sorotan setelah beberapa hasil buruk yang dialami Los Blancos musim ini.
Seperti diketahui, Xabi Alonso dipecat beberapa waktu lalu setelah serangkaian hasil buruk. Banyak isu yang bermunculan terkait pemecatan tersebut.
Beberapa pihak percaya bahwa hasil akhir bukan penyebab Alonso dipecat. Melainkan para pemain yang tidak nyaman dengan gaya kepelatihannya yang sangat taktikal.
Pemain-pemain bintang Real Madrid seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Federico Valverde dicap terlalu manja karena tidak mau mengikuti instruksi legenda Liverpool tersebut.
Terkait anggapan ini, Thibaut Courtois memastikan itu tidak benar. Namun, ia juga menegaskan tidak ada yang salah dengan gaya kepelatihan Xabi Alonso.
“Tidak ada pemain yang mengatur permainan Xabi. Saya pikir kami melakukan pekerjaan yang baik,” ucap sang kiper seperti dilansir Football Espana.
“Mereka bilang kami membenci taktik; kami membenci nonton video; dengar, saya pernah dilatih Conte yang bekerja satu jam setiap hari dan tidak ada keluhan karena kami profesional,” ia menambahkan.
Thibaut Courtois Wajarkan Penurunan Performa Real Madrid
Pada awal kedatangannya, Xabi Alonso membuat Real Madrid dominan. Mereka bahkan sempat bertahan lama di puncak klasemen LaLiga.
Tapi perlahan, penampilan Los Blancos menurun. Mereka yang awalnya tak terkalahkan mulai sering puasa kemenangan. Seiring dengan itu, muncul isu tak sedap terkait keharmonisan pelatih dengan pemain.
Thibaut Courtois menganggap situasi seperti ini biasa terjadi di sepak bola. Jadi, keputusan harus diambil klub.
“Bulan-bulan pertama bersama Xabi berjalan sangat baik,” sambung penggawa andalan timnas Belgia.
“Tapi kemudian kami mengalami penurunan performa. Hal ini biasa terjadi dalam sepak bola,” tegasnya lagi.
Penurunan performa tersebut membuat persaingan di papan atas LaLiga semakin ketat.
Thibaut Courtois Konsisten di Balik Inkonsisten Madrid
Sampai pekan ke-28, Real Madrid masih tertahan di urutan kedua dengan 63 poin. Terpaut empat angka dari Barcelona di puncak klasemen.
Kendati tertinggal, ada satu hal yang cukup membanggakan untuk El Real. Gawang Thibaut Courtois paling sedikit kebobolan di LaLiga musim ini.
Dalam klasemen LaLiga musim 2025/2026 saat ini, klub ibu kota baru kebobolan 23 gol. Padahal Barcelona yang ada di atasnya sudah memasukkan 26 gol, sedangkan Atlético Madrid di urutan ketiga kebobolan 25 gol.
Ini menunjukkan bahwa inkonsistensi Real Madrid dan drama yang terjadi di dalamnya tidak memengaruhi performa Courtois di bawah mistar.
Simak juga berita terbaru mengenai Real Madrid dan perkembangan LaLiga musim ini hanya di Planet Bola.




