Inter Miami Buka Suara Soal Pertemuan dengan Donald Trump yang Bahas Perang Iran

Lionel Messi Inter Miami Donald Trump Gedung Putih

Inter Miami kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena performa di lapangan. Klub MLS tersebut terseret kontroversi setelah pertemuan mereka dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih. 

Klub MLS ini bukan kali ini saja mendapat sorotan, karena dalam beberapa waktu terakhir kerap menjadi bahan pembicaraan publik, baik karena performa tim maupun aktivitas para pemain bintangnya di luar lapangan. 

Pertemuan Inter Miami dan Donald Trump Jadi Sorotan

Beberapa hari lalu Inter Miami diundang ke Gedung Putih. Mereka dijadwalkan untuk bertemu dengan presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Kontroversi tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial. Banyak penggemar sepak bola yang menyoroti momen ketika para pemain Inter Miami, termasuk Lionel Messi dan Luis Suárez, berada di Gedung Putih saat Trump membahas konflik geopolitik yang sedang berlangsung. 

Pasukan Javier Mascherano datang tanpa beban. Mereka percaya akan mendapat penghargaan dan ucapan selamat dari sang presiden.

Yang terjadi kemudian di luar perkiraan. Alih-alih fokus pada kesuksesan klub, Trump justru  membicarakan soal perang yang tengah berlangsung dengan Iran.

Tidak ada yang menyangka apa yang dikatakan Trump. Mascherano mengakui bahwa seharusnya pertemuan dan konferensi pers sebatas ucapan selamat.

“Kami diberitahu bahwa kunjungan itu hanya untuk mengucapkan selamat atas gelar juara kami,” ucap sang pelatih seperti dilansir @TouchlineX.

“Bahwa kami harusnya hanya akan berbicara tentang sepak bola, tapi ternyata tidak seperti itu. Kami tiba lebih awal, menunggu, melihat sedikit di Gedung Putih,” sambungnya.

Mascherano Tegaskan Kunjungan Sudah Dijadwalkan

Lebih lanjut, nakhoda Inter Miami mengakui bahwa pertemuan ini sudah lama direncanakan. Sudah sejak awal tahun mereka dijadwalkan datang ke Gedung Putih.

Hanya saja situasi sekarang berbeda jauh. Perang sedang berlangsung yang melibatkan Amerika Serikat, khususnya kebijakan individu yang diambil Donald Trump.

Sehingga apa yang sedang terjadi tidak luput dari pembahasan. Namun, Javier Mascherano menegaskan bahwa itu bukan berarti timnya sepakat dengan apa yang dilakukan sang presiden.

“Kami cukup dewasa untuk memisahkan hal-hal tersebut. Kunjungan sudah dijadwalkan lebih dari dua bulan yang lalu, jadi kami mengikuti protokol yang telah disepakati,” klaimnya.

“Kami sadar, tapi situasi dunia saat ini berbeda dari saat kunjungan pertama kali diatur,” tambah mantan penggawa timnas Argentina.

Inter Miami dan Lionel Messi Bertepuk Tangan

Pembelaan Javier Mascherano tampaknya tak berpengaruh banyak. Para penggemar sepak bola sudah terlanjur mencap mereka sebagai pendukung Trump.

Apalagi, selama Donald Trump berorasi dan mengancam Iran, para pemain Inter Milan tampak memberikan tepuk tangan saat Trump menyampaikan pernyataannya. 

Dan tentu saja yang menjadi sorotan adalah megabintangnya, Lionel Messi. Sebelumnya Messi juga sempat menjadi perhatian setelah tampil impresif bersama Inter Miami di kompetisi MLS.

Inter Miami sendiri menjadi salah satu klub MLS yang tengah mendapat sorotan besar dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak kedatangan Lionel Messi yang membawa popularitas klub meningkat secara global.

No comments yet! You be the first to comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked *